Takdir ternyata belum selesai memainkan perannya.
Sebuah panah yang dilepaskan Lakshya tanpa sengaja menancap pada sebuah pohon tua di tepi Sungai Gangga. Seketika, cahaya aneh muncul dan sebuah suara memanggil nama mereka.
Tiara, Lakshya, dan Pooja pun melangkah ke dalamnya.
Ketika membuka mata, mereka kembali berada di sebuah dunia yang seharusnya hanya menjadi bagian dari sejarah.
Zaman Mahabharata.
Bagi Lakshya dan Pooja, semuanya adalah awal dari sebuah perjalanan.
Namun bagi Tiara...
ini adalah tempat yang pernah ia tinggalkan.
Tempat di mana ia pernah mencintai.
Tempat di mana ia pernah kehilangan.
Ia pikir kepulangannya ke masa modern adalah akhir dari segalanya.
Ternyata, itu hanyalah jeda.
Kali ini, mereka kembali bukan sekadar untuk menyaksikan sejarah, melainkan untuk membantu Krishna menegakkan kebenaran dan menghadapi kejahatan yang perlahan mengancam dunia.
Namun di tengah perjalanan itu, Tiara kembali bertemu dengan seseorang dari masa lalunya.
Arjuna.
Seseorang yang pernah mengisi hatinya dengan cinta yang bahkan ruang dan waktu tak mampu menghapusnya.
Tapi kini, ada Lakshya.
Seseorang yang memilih untuk tetap berada di sisinya di masa kini.
Lantas, kepada siapa hati Tiara akan berlabuh?
Kepada cinta yang pernah ditinggalkan oleh masa lalu...
atau kepada seseorang yang selalu membersamainya di masa kini?
Sementara itu, Pooja yang awalnya hanya ingin membantu kedua sahabatnya, mungkin akan menemukan sesuatu yang tidak pernah ia cari.
Cinta.
Di antara panah, perang, rahasia, dan takdir yang kembali mempertemukan mereka...
akankah cinta mampu melawan waktu?
Atau justru takdir telah menuliskan akhir yang berbeda?
Sebab terkadang, sebuah pertemuan bukanlah kebetulan.
Melainkan awal dari takdir yang belum selesai.
Todos los derechos reservados