Bagi Fourth, kehidupan kuliah seharusnya sederhana; datang ke kelas, mengerjakan tugas, bercanda dengan teman, lalu pulang tanpa terlalu banyak memikirkan hal-hal yang tidak perlu. Sampai ia mengenal Gemini. Seorang mahasiswa pendiam yang awalnya hanya terlihat seperti mahasiswa biasa; cerdas, tenang, dan sedikit sulit ditebak.
Mereka mulai sering bertemu. Berbicara, menghabiskan waktu bersama, dan tanpa Fourth sadari, Gemini perlahan menjadi seseorang yang selalu ada di dekatnya. Seseorang yang selalu tahu kapan harus membantu, kapan harus diam, dan kapan harus muncul tanpa diminta. Fourth menganggapnya sebagai kebetulan, dan Gemini tidak pernah membantah.
Sampai suatu hari, Gemini melihat sesuatu; sketsa yang memenuhi sudut kamar, lukisan yang disimpan begitu saja, dan sebuah sisi Fourth yang ternyata jauh lebih dalam daripada yang selama ini ia tunjukkan.
Sejak saat itu, Gemini mulai mengenal Fourth sedikit demi sedikit; tentang karya-karya yang pernah ia banggakan, tentang pameran yang pernah ia ikuti, dan tentang rasa kecewa yang membuat Fourth mulai meragukan dirinya sendiri.
Gemini tahu Fourth sedang kehilangan kepercayaan pada sesuatu yang ia cintai. Maka, ia memilih untuk tetap berada di sana. Pelan-pelan, tanpa memaksa, dan tanpa pernah meminta Fourth untuk memilihnya. Karena Gemini tidak ingin menjadi seseorang yang Fourth cintai karena terpaksa. Ia hanya ingin menjadi orang yang paling Fourth percaya.
Dan kalau untuk mendapatkan tempat itu Gemini harus membuat dirinya selalu menjadi pilihan pertama...
Bukankah itu hanya sedikit usaha?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang