Path of Heavenly Tempering

Path of Heavenly Tempering

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Wuxia and Cultivation
Mythical Creatures
Action and Thriller
Di Benua Xuanyuan, semua orang menempa tubuh mereka untuk mendapatkan kekuatan. Dengan satu pukulan, seorang anak mengalahkan orang dewasa. Dengan satu pukulan, ahli terkuat mengubah lanskap benua. Qin Jian, seorang pemuda yang telah mengalami banyak kehidupan tragis, gugur dalam perang besar melawan ras iblis. Namun ketika membuka mata, ia justru kembali ke masa kecilnya, puluhan tahun sebelum bencana itu terjadi. Berbekal ingatan dari kehidupan sebelumnya, ia bersumpah mengubah tragedi, melindungi orang-orang terkasih, dan menghancurkan musuh yang akan menaklukkan Benua Xuanyuan. Tidak peduli apapun resikonya!
All Rights Reserved
#202
persahabatan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Sin of The Villainess
  • "Transmigrasi Menjadi Kasim? Sistem Memaksaku Melahirkan Sepuluh Pangeran!"
  • My First Life, Rewritten
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Aveline Beyond Her Fate
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • AS : The Side Character's Rebirth

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines