ONCE WE WERE TOGETHER

ONCE WE WERE TOGETHER

  • WpView
    Leituras 113
  • WpVote
    Votos 13
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, set 3, 2026
WpInfo
Ficção
Romance
Ensino Médio
Friends to Lovers
Primeiro Amor
"Berapa lama kamu sanggup menjadi tempat seseorang belajar dewasa, jika harganya adalah dirimu sendiri?" Selama sepuluh tahun, Adineta percaya bahwa cinta cukup untuk mendewasakan Jaka. Anet yang ditempa kerasnya hidup selalu menjadi pihak yang mengalah, memaafkan, dan berlari sendirian menuntun hubungan mereka. Sementara Jaka terjebak dalam zona nyamannya-pasif, enggan tumbuh, dan menganggap esok hari bisa ditunda. Anet akhirnya sampai pada titik paling lelah, ia menyadari bahwa ia telah kehilangan dirinya sendiri demi memperjuangkan seseorang yang tak pernah ingin berjuang. Namun perpisahan itu membawa hantaman yang tak pernah Anet duga. Saat Jaka perlahan berubah menjadi sosok yang jauh lebih baik tanpa dirinya, Anet terbentur pada satu pertanyaan yang terus mengikis benaknya: apakah selama sepuluh tahun ini, ia memang tak pernah layak untuk diperjuangkan?
Todos os Direitos Reservados
#48
bandung
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Mulih (END)
  • Reputation
  • Isolde of Brirenth
  • Pandora at School
  • Woven Hearts
  • NGURAH : Là où s'achève la destruction d'un amour défendu
  • The Last Yes!
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • Hope or Regret
  • SOPHIA

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo