Surat untuk Ami

Surat untuk Ami

  • WpView
    Lectures 170
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Chapitres 11
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., sept. 14, 2026
WpInfo
Fanfiction
2Moons
Personnage Original (OC)
Personnage Célèbre
Thèmes Sociaux
Seorang anak yang tumbuh bersama luka dan kesalahpahaman akhirnya menyadari bahwa di balik kerasnya seorang ibu, selalu ada cinta yang mungkin tak pandai diucapkan. Namun ketika keberanian untuk mengatakan "Aku sayang Ibu" akhirnya muncul, waktu justru berbuat curang. Senja, seorang anak perempuan yang tumbuh dengan banyak luka, tetapi sangat menyayangi ibunya. Ami, seorang ibu sederhana yang selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk anaknya, meski hidup tidak pernah benar-benar mudah.
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • PAMENGKU | NOMIN
  • Possessive Male Lead
  • A House Between Us
  • Rewriting The Villain (END)
  • I'm Not Just a Figuran
  • Given || Ju Jihoon
  • Your Daddy My Husband
  • Obsession Overdose

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu