"Ini Cuma terapi peregangan otot, Kia. Biar tubuhmu nggak kaku."
Begitu alibi andalan Iqbal setiap kali ia berhasil menjerat Zaskia ke dalam pelukannya. Semua bermula dari keisengan mencoba gerakan yoga dari sebuah video di internet. Namun, garis tipis antara persahabatan dan batas kewarasan lebur seketika, mengubah apartemen studio mereka menjadi arena permainan yang berbahaya.
Bagi Zaskia yang kelewat polos, setiap sentuhan intim, tarikan napas tertahan, hingga ritme tubuh yang kian intens diterima mentah-mentah sebagai prosedur kesehatan demi kelenturan otot. Ia sama sekali tidak tahu bahwa di balik tatapan sabar itu, Iqbal tengah mempertaruhkan akal sehatnya, merangkai ribuan alasan medis bohongan demi menuruti hasrat yang selama ini ia pendam rapat-rapat pada sahabatnya sendiri.
Hari-hari mereka perlahan dikendalikan oleh lingkaran candu. Zaskia, yang terbiasa dengan kehangatan dan sentuhan itu, mulai menunjukkan ketergantungan fisik dan emosional yang mendalam. Sementara Iqbal terus bermain di atas batas moral yang kian tipis; menikmati setiap kepolosan Zaskia, memanjakan hasrat gadis itu tanpa pernah benar-benar berniat melepaskannya. Di atas lantai keramik apartemen yang dingin, keduanya terjebak dalam ikatan tanpa nama, di mana candu membuat mereka lupa cara untuk berhenti.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang