The Unburied Memory

The Unburied Memory

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Sep 3, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Adventure
Psychological
Survival
Di sebuah dunia di mana setiap orang dapat menapaki Jalan yang berbeda menuju misteri Realitas, Kaelen telah menjalani tiga belas tahun yang tenang dengan keyakinan bahwa ia hanyalah seorang yatim piatu yang dibesarkan oleh seorang penjaga makam. Hingga kemudian, di dalam sebuah ruang bawah tanah yang tersegel, ia melihat sesuatu yang seharusnya sudah tidak ada lagi. Sesosok yang terlupakan menyebut namanya. Tak lama kemudian, jejak-jejak aneh mulai bermunculan di sekelilingnya ingatan tentang orang-orang yang terhapus, tempat-tempat yang tak lagi ada, dan peristiwa-peristiwa yang ditegaskan sejarah tidak pernah terjadi. Semakin dalam Kaelen mencari, semakin ia menyadari bahwa dunia ini dipenuhi oleh hal-hal yang sengaja disembunyikan darinya. Kebangkitannya memberinya kemampuan untuk menyingkap apa yang telah disembunyikan, tetapi setiap kali ia menarik sesuatu yang terlupakan kembali ke dalam eksistensi, sebagian dari ingatannya sendiri mulai lenyap. Sementara itu, Isolde, seorang pemburu misterius dengan kekuatan untuk menyembunyikan dan mengubah apa yang diingat oleh Realitas, telah mengawasinya karena alasan yang enggan ia ungkapkan. Saat Kaelen melangkah keluar dari Hollowmere dan berhadapan dengan sekte-sekte kuno, kerajaan, akademi, biara Buddha, tradisi Tao, pendekar pedang, alkemis, seniman, dan kekuatan-kekuatan yang melampaui pemahaman biasa, satu pertanyaan terus mengikutinya: Jika sesuatu telah terhapus dari sejarah, apakah itu berarti ia benar-benar berhenti ada? Atau adakah sesuatu di dalam Realitas yang mengingat segalanya? Dan jika bahkan yang terlupakan pun dapat kembali... apa yang terjadi ketika dunia mengingat sesuatu yang seharusnya tidak pernah diingatnya?
All Rights Reserved
#9
psycology
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • Stuck Between The Pags
  • AVISENA
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Bukan Sembarang Figuran
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines