Abadi.

Abadi.

  • WpView
    Reads 1,053
  • WpVote
    Votes 152
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Sep 8, 2026
WpInfo
Fanfic
Dua puluh tiga tahun telah Caca lewati, dan selama itu pula diam-diam ia belajar membaca sorot mata ayahnya. Ia mengamati, menimbang, lalu menyimpan setiap keganjilan dalam ingatannya sendiri. Ada satu hal yang sejak lama mengusik pikirannya: setiap kali ayahnya memandang ibunya, Caca tak pernah menemukan kilatan asmara di sana-tak ada hangat yang semestinya tumbuh dari tatapan seseorang kepada cinta sejatinya. Lantas, apa yang sebenarnya keliru? Apakah perasaannya yang terlalu peka, atau selama ini ia hanya salah menafsirkan sesuatu yang tak pernah benar-benar ia pahami? Hingga pada suatu hari, keberanian akhirnya mengalahkan segala keraguan. Caca bertanya. Dan dari satu pertanyaan sederhana itulah, perlahan-lahan, kebenaran yang selama bertahun-tahun bersembunyi di balik diam mulai menemukan jalannya untuk terungkap. A Saldik angst narration.
All Rights Reserved
#6
saldik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The King & The Doctor ✓
  • Secretary Or Mommy? || HIATUS
  • KUASA DUNIAWI(Transmigrasi BL)
  • Love at Time's Brink [PROSES TERBIT]✔️
  • I Want to Live [END]
  • Second
  • [BL Transmigrasi] Male Concubine [✓]
  • JEEVANA
  • NIGHT NOISES || 🌴🦌 [END]
  • Given || Ju Jihoon

Aresh-seorang Dokter dari zaman Modern tiba-tiba terlempar ke sebuah negeri kuno yang masih ketinggalan zaman. Ia siap untuk mengacak-acak kerajaan mereka dengan kejeniusan, dan ilmu pengetahuannya yang sudah modern. Awalnya Aresh memutuskan untuk membantu mereka dengan menjadi pelayan istana, tapi ... ketika ia teringat bahwa dirinya itu cukup di hargai di tempat asalnya, dia berubah pikiran. "Bersumpahlah kau akan menjadi pelayanku yang setia!" -Raja Shaka "Pelayan? Bodoh ... aku juga ingin menjadi seorang raja." -Aresh

More details
WpActionLinkContent Guidelines