Alula Askara Bumi dan Kian Baskara Wirasena telah bersama sejak kelas dua belas SMA. Dua manusia dengan dunia yang begitu berbeda. Alula yang lembut, tenang, dan hidup dalam dunianya yang penuh warna, sementara Kian adalah sosok keras kepala, bebas, sedikit brengsek, dan terbiasa mendapatkan apa pun yang ia inginkan.
Mereka telah melewati tahun bersama, tetapi mencintai seseorang tidak selalu berarti memahami cara mereka mencintai.
Alula selalu memberikan perasaannya dengan cara yang sederhana. Menunggu, memperhatikan, mengingat hal-hal kecil, dan tetap berada di sisi Kian bahkan ketika laki-laki itu terlalu sibuk dengan dunianya sendiri.
Sementara Kian?
Kian mencintai Alula dengan caranya sendiri-berantakan, menyebalkan, terkadang egois, tetapi selalu kembali kepadanya.
Sampai suatu hari, sebuah pertanyaan sederhana terlontar dari bibir Alula.
"Apa yang kamu sukai dari aku? ", ucap Alula sambil menatap Kian.
Kian menatapnya beberapa detik, tatapan Kian turun sekilas ke tubuh Alula. Sudut bibirnya terangkat.
"Payudara lo."
Mungkin mencintai Kian memang membutuhkan kesabaran yang jauh lebih besar daripada yang pernah Alula bayangkan.
Todos los derechos reservados