Balas Budi

Balas Budi

  • WpView
    Bacaan 126
  • WpVote
    Undian 41
  • WpPart
    Bahagian 3
WpMetadataReadSedang Ditulis
WpMetadataNoticeTerakhir diterbitkan Jum, Sep 4, 2026
WpInfo
Fiksyen Peminat
Alam Semesta Alternatif (AU)
Crossover
Permainan
Aksi dan Thriller
Tragedi penembakan pada sebuah bukit, membawa banyak luka dan korban. Diantara luka yang telah terlukis pada jiwa dan raga caine chana, ia langsung menyimpulkan kalau ajalnya telah tiba. Namun hal itu langsung dibantah oleh takdir yang mendatangkan sebuah kelompok, Rion kenzo selaku kepala dan pemimpin pada kelompok tersebut, akhirnya memutuskan untuk menyelamatkannya dari maut. Dan hal itu tidaklah diberi harga percuma, caine yang terlanjur dijebak paksa dalam keluarga harus berbalas budi yang bahkan hal itu mungkin tak seharusnya ia lakukan. Tanggung jawab sebagai pendamping kepemimpinan Rion kenzo, dan tentu saja tanpa izin dan keinginannya. Apa yang akan terjadi pada caine chana selanjutnya?
Hak Cipta Terpelihara
#14
ceritafiksi
WpChevronRight
Jom sertai komuniti bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang diperibadikan, simpan cerita kegemaran anda ke dalam Pustaka anda, serta beri komen dan undi untuk mengembangkan komuniti anda.
Illustration

Anda juga mungkin menyukai

  • Running with His Child
  • The Alpha King's Mate
  • The Exiled Alpha | ✓
  • Vampire's Pet
  • Stuck With Mr. Billionaire
  • The Prodigy | ✔︎
  • The Boyfriend App
  • Property Of Vittore Martinelli ✓
  • MISTRESS OF FLAME

After being involved with a cold-hearted mafia boss, Robyn Lehman decides its time to run. Little did she know, she was carrying the future heir to his entire empire. Will he find her again? Or will she stay hidden forever? =+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+=+= He got up from the bed, pulling up his pants and not taking a glance at me. I lay in the sheets, still dazed by what we had just done. "Get up." He barks, making me jump a bit. I was confused beyond belief. Just moments ago he was making love to me... I did as he said, wrapping the loose sheet around my body, he continued to glare as I did so, and I made my way to his side of the bed. He held out a hand, an angry look on his face. "Don't. Just go. This was a mistake, and it won't happen again." He mutters coldly. I feel my face heating up and my eyes welling with tears. "Oh.." I stare at him, my emotions beginning to be hard to keep in. He laughs, shaking his head. "You thought I cared?" He let out a loud chuckle. "You mean nothing to me. Now go to your room, I don't want to see you in here again."

Maklumat lanjut
WpActionLinkGaris Panduan Isi