"Jangan lari, tunggu aku!"
Tahun 1982. Di sebuah pelosok Sumatera Selatan, dua anak tumbuh di antara jalan tanah, rumah-rumah panggung, sawah yang luas, dan hutan yang masih lebat.
Mereka bukan sahabat sejak kecil. Hanya dua anak satu kampung yang bertahun-tahun berjalan ke sekolah bersama, sampai akhirnya hanya mereka yang tersisa.
Dari perjalanan panjang dan hari-hari sederhana, sebuah persahabatan perlahan tumbuh. Mereka berbagi pikiran, perdebatan, keberanian, keraguan, dan mimpi-mimpi yang belum tahu akan dibawa ke mana.
Di masa ketika banyak hal yang dianggap mudah hari ini membutuhkan keberanian untuk dilakukan, mereka belajar bahwa tidak semua perubahan harus dimulai oleh orang besar.
Kadang, sebuah cerita hanya dimulai dari dua orang yang memilih untuk berjalan bersama.
Todos los derechos reservados