Klinik Nenek [END]

Klinik Nenek [END]

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 11
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Sa., Sep. 5, 2026
WpInfo
Belletristik
Romantik
Slice of Life
Feiertage
Highschool
Ly berlibur ke rumah neneknya di desa yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Selama berlibur, tadinya ia berencana hanya berdiam diri di rumah, atau sesekali membantu Nenek merawat tamannya yang luas. Namun, suatu hari Nenek bertanya pada Ly. "Ly, apa yang kau sukai dengan hatimu?" Ly tidak bisa menjawab. Itu adalah obrolan dengan Nenek yang membuat Ly mempertanyakan kembali atas semua keanehan yang dia alami, termasuk beban berat yang diam-diam dipendamnya. Tak hanya itu, Ly juga dipertemukan dengan bocah gempal berambut pirang yang berteriak ketakutan hanya karena melihat pintu berbentuk persegi panjang. Uniknya, bocah itu malah menjadi teman baru Ly. Namanya Ug. Pada liburan kali ini, Ly menemukan banyak hal baru di rumah Nenek.
Alle Rechte vorbehalten
#632
sekolah
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Mulih (END)
  • The Mafia's Sinful Obsession
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • EINSTEIN [END]
  • Círculo del Destino
  • The Last Yes!
  • Nala dan Mas Juragan
  • Sweetly Tied

GPH Giandra Abisatya Soetjipto, penerus adipati Danadyaksa, tahu bahwa jalan hidupnya sudah ditentukan jauh sebelum ia sempat memilih. Yang tidak ada dalam ekspektasi Gian adalah bertemu dengan Aurea Danika, seorang Senior Consultant dari Jakarta yang sedang rekreasi bersama teman-teman kantornya ke Pura Danadyaksa dan tiba-tiba masuk ke perpustakaan milik pura yang seharusnya tidak terbuka untuk umum. "Dan aku dengan enaknya manggil kamu Gian gitu aja? Aku bakal kena hukum adat kah, Gi? Eh, Gusti?" "Santai aja, Re. Temen-temenku juga udah tau aku siapa tapi masih manggilnya Gian, kadang Bro, kadang Nyet, kadang-serius, Re. Aman aja. Masyarakat Solo aja juga kadang manggilnya Mas, kok. Gapapa, ini bukan zaman kerajaan dulu." Dari perpustakaan tua ke Pasar Gede, dari malam-malam di ruang kerja hingga sarapan bersama keluarga yang tidak pernah mereka rencanakan, Rea dan Gian menemukan sesuatu yang tidak mereka cari. Tapi di balik tembok Pura Danadyaksa, ada kepentingan yang lebih besar dari perasaan dan harga yang harus dibayar untuk setiap pilihan yang dibuat. Mulih : Pulang, kembali ke rumah (Illustrations of Rea and Gian were drawn by @hi.buttery on Instagram)

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien