Seni Berpura-pura

Seni Berpura-pura

  • WpView
    Lecturas 48
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 7, 2026
WpInfo
Ficción
Cultura e Identidad
Sejak kecil, Nara sudah terbiasa mendengar pertengkaran di rumahnya. Ia belajar bahwa menangis tidak akan mengubah apa pun. Maka, ia memilih diam. Tersenyum. Berpura-pura baik-baik saja. Tahun demi tahun berlalu, dan Nara tumbuh menjadi gadis yang dikenal ceria. Tak ada yang tahu bahwa di balik tawanya, masih ada seorang anak kecil yang belum selesai dengan luka masa lalunya. Nara pandai menyembunyikan semuanya. Sampai akhirnya ia sadar, ternyata menjadi kuat tidak selalu berarti harus berpura-pura. Ini adalah kisah Nara, tentang luka yang tumbuh bersamanya, tentang hal-hal yang tak pernah mampu ia ucapkan, dan tentang keberaniannya untuk akhirnya menghadapi dirinya sendiri.
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Wismatama
  • na ja [END]
  • Sastru Pinanganten
  • Ritual Rasa
  • ONESHOOT [BP]
  • Jadi Anak Haram?
  • "Liburan" Bonus Suami
  • 99 Bukan 100 [TAMAT]
  • Rekomendasi Inspirasi Nama Girl's Dan Boy's
  • ELION

"Saya tidak pernah mau menikah dengan kamu, tapi karena paksaan saya menerimanya." ••••• Di usianya yang menjelang 30 tahun, Wismatama Pradana Kusuma dikenal sebagai perwira TNI AD yang dingin. Ketegasannya di sana membuat junior gemetar, kedisiplinannya mutlak, dan sorot matanya yang tajam seolah mampu menguliti siapa saja hidup-hidup. Namun, benteng pertahanan itu seketika diuji oleh kehadiran Mahesa Narendra-pemuda yang setiap tingkahnya selalu membuat Wisma ingin melemparnya langsung ke barak militer. Baru menginjak usia 23 tahun, Mahesa adalah produk dari kasih sayang orang tua yang berlebihan. Ia gampang merajuk, rapuh, dan teramat manja. Sifat ketergantungan Mahesa inilah yang memicu naluri Wisma untuk mendisiplinkannya dengan tangan besi. Takdir ironis menyatukan mereka lewat perjodohan paksa demi mempertahankan keutuhan hubungan dua keluarga. Di tengah badai ego, Wisma bersumpah tidak akan pernah menaruh rasa pada pemuda manja itu. Di sisi lain, Mahesa tak tinggal diam dan siap membalas setiap sikap kaku sang tentara tanpa berpikir dua kali. Akankah disiplin militer meluluhkan hati yang manja, atau justru kehangatan Mahesa yang meruntuhkan keangkuhan sang perwira? #Boyslove #Mpreg

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido