If Nothing Changes

If Nothing Changes

  • WpView
    Reads 3,321
  • WpVote
    Votes 322
  • WpPart
    Parts 24
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published 24 minutes ago
WpInfo
Fanfic
Basketball
Famous Figure: Actor
LGBTQIA+
Gay
Sorakan penonton terdengar setiap kali Seorang Krating mencetak poin di setiap menitnya. Siapa yang tidak mengenal seorang Krating Maverick yang selalu di deskripsikan dengan wajahnya yang tampan dengan tinggi badan yang cocok dengan gelarnya sebagai ketua tim basket sekaligus anak teknik. Berbeda dengan Nicha Alvaro yang harus menyiapkan kesabaran seluas samudra untuk menghadapi tingkah Krating yang tengil sekaligus menyebalkan menurutnya namun tidak bisa dirinya benci. Mereka sudah berteman sejak lama dan status mereka selalu mentok dengan yang namanya HTS. Apakah kali ini di antara mereka akan ada yang memulai lebih dulu? KratingxNicha
All Rights Reserved
#1
tingmeen
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Focal Point (DewTee) END
  • The CEO Who Loved My Sons (JossGawin)
  • Trisula Sang Ndoro
  • After the Pain, You (JossGawin)
  • R E N T A N G FANA [SELESAI]
  • DIBALIK LUKA YANG TERSISA
  • When the Cold Meets Sunshine
  • Dekat Namun Jauh | TingMeen [AU] ft. Keonho (Cortis)
  • JUST FRIEND

Dew, mahasiswa Arsitektur tingkat dua yang dingin, perfeksionis, dan hidup dalam garis presisi, tidak pernah membayangkan dunianya akan diacak-acak oleh Tee, mahasiswa baru jurusan Seni Rupa yang ceria dan penuh kehangatan. Pertemuan tak terduga di koridor kampus-berawal dari kotak kuas yang jatuh hingga diskusi singkat tentang arah cahaya dan titik lenyap-perlahan mengikis jarak di antara mereka. Bagi Dew, segala sesuatu harus memiliki perhitungan struktur yang jelas. Namun, hadirnya Tee yang peka dan artistik membawa warna baru dalam sketsa hidup Dew yang kaku. Sebaliknya, Tee menemukan ketenangan dan perlindungan di balik perhatian-perhatian kecil yang selalu ditunjukkan oleh sang senior. Ketika keduanya disatukan dalam proyek pameran seni dan arsitektur tahunan, batas antara profesionalitas senior-junior perlahan meluruh. Di antara malam-malam panjang di studio, cangkir kopi hangat, dan riak cemburu ringan, mereka belajar menyatukan dua cara pandang berbeda: presisi struktur milik Dew dan kebebasan rasa milik Tee, demi menemukan satu titik fokus tempat perasaan mereka bermuara. ____ DTM🤍

More details
WpActionLinkContent Guidelines