LOVE IS MAGIC | JENSOO ft. RUYEON

LOVE IS MAGIC | JENSOO ft. RUYEON

  • WpView
    Reads 1,421
  • WpVote
    Votes 340
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 18, 2026
WpInfo
Fanfic
Sejak lahir, Ruka menyimpan sesuatu yang seharusnya tidak dimiliki manusia. Kekuatan jin mengalir dalam tubuhnya, memberinya sihir yang tak mampu ia kendalikan sepenuhnya. Namun, warisan itu juga menjadi kutukan--sebuah kutukan yang hanya bisa lenyap jika Ruka menemukan seseorang dengan hati yang murni seperti peri, seseorang yang mampu menerimanya tanpa rasa takut. Ahyeon tidak tahu rahasia Ruka. Ia hanya tahu bahwa di balik sikap dingin dan misterius gadis itu, ada seseorang yang sebenarnya kesepian. Semakin dekat mereka, semakin sulit Ruka menyembunyikan jati dirinya. Terlebih ketika sihir yang selama ini ia tekan mulai bereaksi setiap kali Ahyeon berada di dekatnya. Namun ada satu hal yang tidak Ruka ketahui ... Ahyeon mungkin adalah satu-satunya orang yang bisa mematahkan kutukannya. Masalahnya, untuk menjadi manusia sepenuhnya, Ruka harus membiarkan Ahyeon melihat sisi dirinya yang paling ia takuti. Dan jika Ahyeon akhirnya mengetahui bahwa Ruka bukan manusia... akankah ia tetap menerimanya?
All Rights Reserved
#86
ahyeon
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PAMENGKU | NOMIN
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Your Daddy My Husband
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • A House Between Us
  • Possessive Male Lead
  • Obsession Overdose
  • Given || Ju Jihoon
  • I'm Not Just a Figuran
  • Rewriting The Villain (END)

Sejak peristiwa itu, para sesepuh menetapkan satu pantangan yang tak pernah berani dilanggar. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi puluhan tahun silam. Yang tersisa hanyalah cerita-cerita "konon" yang diwariskan dari mulut ke mulut. Tentang malapetaka yang selalu datang ketika kedua pamengku berdiri di pendapa yang sama. Tak seorang pun berani mempertanyakan kebenarannya. Hingga Manggala Paramayoga mulai bertanya... Apakah pantangan itu benar-benar ada?

More details
WpActionLinkContent Guidelines