"𝘈𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘢𝘬𝘶 𝘥𝘪𝘭𝘢𝘩𝘪𝘳𝘬𝘢𝘯. 𝘛𝘢𝘱𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘩 𝘳𝘶𝘮𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘶𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯."
Orang bilang rumah adalah tempat paling aman untuk pulang.
Aku dulu percaya itu.
Sampai suatu hari, aku mulai merasa lebih aman berada di luar daripada membuka pintu rumah sendiri.
Aku tumbuh di antara hal-hal yang tidak pernah benar-benar kupahami sebagai seorang anak-pertengkaran, rahasia, kehilangan kepercayaan, luka yang disimpan terlalu lama, dan orang-orang yang seharusnya menjadi tempat berlindung.
Ada masa ketika aku bertanya-tanya, apakah hidup memang seharusnya terasa seperti ini?
Ada masa ketika aku kehilangan semangat, kehilangan arah, bahkan kehilangan alasan untuk terus berjalan.
Tapi di tengah semuanya, aku menemukan satu hal yang ingin kuperjuangkan.
Sebuah rumah.
Bukan rumah yang sempurna.
Bukan keluarga tanpa masalah.
Hanya sebuah tempat di mana orang-orang di dalamnya merasa aman untuk pulang, didengar ketika berbicara, dan dicintai tanpa harus mempertanyakan apakah mereka pantas mendapatkannya.
Aku mungkin tidak bisa memilih keluarga tempat aku dilahirkan.
Tapi suatu hari nanti, aku ingin membangun keluarga yang berbeda.
Ini bukan cerita tentang mencari siapa yang salah.
Ini adalah cerita tentang bertahan, kehilangan, memaafkan, tumbuh, dan perlahan menemukan arti pulang.
Mungkin aku tidak pernah memiliki rumah yang kuimpikan.
Tapi suatu hari nanti, aku akan membangunnya sendiri.
𝘉𝘢𝘴𝘦𝘥 𝘰𝘯 𝘵𝘳𝘶𝘦 𝘴𝘵𝘰𝘳𝘺.
All Rights Reserved