Di Kerajaan Aurelia, seorang raja memiliki enam anak kandung dari tiga permaisuri berbeda. Setiap anak lahir membawa cahaya masing-masing. seperti bakat, kekuatan, dan takdir yang telah dipersiapkan sejak mereka lahir ke dunia.
Tapi ada satu anak yang bukan bagian dari cahaya itu.
Jaemin, seorang yatim piatu yang dibawa masuk ke istana sejak kecil, tumbuh besar di antara enam pangeran dan pangeri sebagai "anak kelima" diberi kasih sayang, diberi tempat, bahkan diberi gelar. Namun tak peduli seberapa lama ia tinggal di sana, satu kenyataan tetap tak bisa diubah: ia tidak memiliki darah kerajaan. Ia bukan anak raja. Ia hanya seseorang yang diizinkan untuk tinggal.
Di permukaan, ia dicintai. Tapi di dalam hatinya, Jaemin selalu bertanya-tanya apakah ia benar-benar keluarga, atau hanya bayangan yang menumpang di antara enam cahaya yang sesungguhnya?
Ketika isu suksesi tahta mulai mencuat dan ancaman dari luar maupun dalam istana mengguncang kerajaan, status Jaemin sebagai "orang luar" dipertanyakan oleh mereka yang tak suka melihat kedekatannya dengan keluarga kerajaan. Satu per satu topeng kepercayaan diuji, dan keenam saudara yang selama ini menganggapnya bagian dari mereka harus memilih: mempertahankan Jaemin, atau mengorbankannya demi menyelamatkan tahta?
Namun di tengah semua itu, satu hal tak pernah berubah bahwa terkadang, ikatan yang paling kuat bukan dibentuk oleh darah, melainkan oleh waktu, luka, dan cinta yang dipilih untuk terus diperjuangkan.
Enam cahaya sejak lahir. Satu bayangan yang memilih untuk tetap tinggal.
Dan sebuah keluarga yang harus membuktikan: bahwa darah bukan satu-satunya yang mengikat.
All Rights Reserved