Raka Maulana Aziz, santri asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tumbuh dengan luka yang tidak pernah ia minta.
Di kampung, ia dikenal sebagai "anak haram" buah dari hubungan gelap Abinya dengan perempuan lain. Namun di mata Ummi, ibu tirinya, Raka adalah anugerah yang selalu dijaga dengan doa.
Demi menuntut ilmu dan mencari jati diri, Raka dikirim ke Pondok Modern Darussalam Gontor. Di tanah rantau, ia bertemu dengan dunia baru: disiplin, bahasa Arab Inggris, dan perjuangan menjadi pribadi yang lebih baik.
Namun bayang bayang masa lalu tidak pernah benar benar pergi. Ketika kabar dari kampung datang, Raka harus memilih bertahan dalam luka, atau bangkit membuktikan bahwa takdir seorang anak tidak ditentukan oleh dosa orang tuanya
"Man jadda wajada. Siapa yang bersungguh sungguh, pasti berhasil."
Ini bukan sekadar cerita santri. Ini tentang pasir yang kasar, doa yang tulus, dan perjuangan seorang anak untuk menemukan cahaya di tengah gelapnya masa lalu.
All Rights Reserved