SEBELUM TAKDIR MENULISKAN NAMAMU
Zhavrenka Elzqaira tidak pernah menyangka kalau membaca sebuah novel kuno sebelum tidur akan mengubah seluruh hidupnya.
Awalnya, ia hanyalah seorang mahasiswi biasa yang hidup bersama rutinitas kuliah, tugas, persahabatan, dan pertengkaran kecil dengan sahabatnya. Sampai suatu malam, ia menyelesaikan sebuah novel yang membuatnya kesal setengah mati.
Tokoh perempuannya terlalu lemah.
Suaminya terlalu menyebalkan.
Dan kisah cintanya terlalu menyedihkan.
Zhavrenka bahkan sempat berpikir,
"Kalau aku jadi dia, sudah kutinggalin cowok seperti itu."
Namun ketika membuka mata, Zhavrenka justru menemukan dirinya berada di dalam novel tersebut.
Lebih parahnya lagi, ia bukan menjadi gadis lajang yang bebas menjalani kehidupan baru.
Ia menjadi Qhaireen Vhalzara.
Seorang perempuan yang sudah menikah dengan pria yang paling ia benci ketika membaca novel itu.
Rhaevandrz Khaizeren.
Pria keras kepala yang hidupnya tidak jauh dari motor, bengkel, sahabat-sahabatnya, dan lingkungan pergaulan yang membuat Zhavrenka sering mengelus dada.
Di sisi lain, ada kehidupan pesantren yang mempertemukan mereka dengan para santri dan ustadz. Ada persahabatan yang perlahan menjadi keluarga, ada dunia sekolah dan perkuliahan, ada anak-anak geng motor yang ternyata tidak selalu seperti yang orang bayangkan, dan ada kehidupan sederhana yang penuh dengan tawa, pertengkaran, serta kebersamaan.
Zhavrenka awalnya hanya ingin mengubah jalan cerita agar tidak berakhir seperti novel aslinya.
Namun semakin lama ia tinggal di sana, semakin ia menyadari sesuatu.
Mungkin ia tidak datang untuk mengubah cerita.
Mungkin ia datang untuk menemukan cerita miliknya sendiri.
Sebab terkadang...
orang yang paling kita benci justru menjadi orang yang paling sulit kita tinggalkan.
Dan ketika Zhavrenka akhirnya menyadari perasaannya, pertanyaannya bukan lagi tentang bagaimana caranya kembali.
Melainkan-
"Kalau aku diberi pilihan untuk pulang... apakah aku masih ingin pergi?"
Benci jadi cinta. Persahaba