Dua belas remaja-Wawan, Uko, Upi, Nur, Novi, Halimah, Airin, Nadia, Moy, Wira, Rasnah, dan Ammi-memilih bermain petak umpet di rumah tua berlumut yang terbengkalai di pinggir desa, meski sudah diperingati bahwa bangunan itu memiliki penghuni yang suka ikut bermain. Saat Rasnah mulai menghitung dan mereka bersembunyi, suasana berubah mencekam: Rasnah tak bergerak dari pintu, dan bisikan dingin terdengar menegaskan bahwa di tempat ini, yang dicari bukanlah mereka.
Rumah tua itu ternyata hidup dan dipenuhi ingatan kelam. Sosok anak kecil bernama Lia-yang mati terkurung dan terlupakan puluhan tahun lalu di sana-mulai beraksi. Ia meniru suara dan wujud teman-temannya, memerangkap mereka satu per satu, membuatnya berjalan kaku dengan mata kosong seakan menjadi bagian dari rumah itu. Pintu dan jendela terkunci rapat, tak ada jalan keluar. Ketegangan memuncak saat mereka sadar bahwa permainan ini tak akan berakhir jika tak ada yang mau mendengarkan kesepian dan penderitaan masa lalu Lia. Di ambang kehancuran, mereka harus memilih antara terjebak selamanya atau memahami penghuni rumah itu demi mendapatkan kebebasan kembali ke dunia nyata.
Todos los derechos reservados