Menjadi sosok perfeksionis adalah pilihan Zean Argibara sendiri. Orang tuanya tidak pernah menuntut dirinya harus menjadi sosok yang sempurna, tidak pernah menuntut dirinya harus menjadi yang pertama, itu murni karena kemauannya sendiri.
"Aku harus menampilkan permainan yang sempurna."
"Aku harus menjadi yang pertama."
"Aku harus berada di puncak."
Adalah motto hidup seorang Zean Argibara.
Namun, ia melupakan satu hal, bahwa di atas langit masih ada langit. Sekuat apa pun ia berusaha menjadi yang pertama dan mempertahankan posisinya di puncak, akan ada masa nya di mana ia tidak lagi menjadi yang pertama dan berada dipuncak, akan ada orang lain yang siap mengambil alih dan menggantikan posisinya, kapan pun itu.
Di tengah kehidupannya yang perfeksionis tersebut, Zean Argibara mulai dekat dan sering berinteraksi dengan Aura Jena. Satu sekolah mengenal Aura Jena sebagai duta patah hati yang memiliki trauma dalam dunia percintaan di masa lalu.
Hubungan yang semula nya berawal dari interaksi singkat di bawah derasnya air hujan di belakang sekolah, kemudian berlanjut di hari-hari berikutnya hingga mereka dekat dan saling mengenal satu sama lain, Zean Argibara mempelajari banyak hal dari Aura Jena, begitu juga pun sebaliknya.
"Aku bakal bantuin kamu sembuh dari trauma pengalaman dunia percintaan kamu di masa lalu, Aura. Ada aku di sini."
"Zean, aku bakal selalu ingetin kamu bahwa kita gak harus menjadi manusia yang sempurna untuk mendapatkan pengakuan dari orang lain. Cukup jadi diri kita sendiri dan jangan pikirkan apa pun yang orang lain katakan tentang kita."
All Rights Reserved