Cermin Eterna : Takdir Dari Dua Dunia

Cermin Eterna : Takdir Dari Dua Dunia

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 5 hours ago
WpInfo
Fiction
Fantasy
Romance
Mystery
Sebuah cermin kuno membawa Elara dan Zephyra ke dunia yang seharusnya hanya ada dalam dongeng. Namun, semakin jauh mereka melangkah, semakin mereka menyadari bahwa kedatangan mereka bukanlah sebuah kebetulan. Karena terkadang, sebuah cermin tidak hanya menunjukkan bayangan. Ia juga menyimpan takdir. 🪞
Creative Commons (CC) Attribution
#47
houminghao
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • AS : The Side Character's Rebirth

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines