Algoritma Jatuh Cinta
"Di dunia maya, semuanya bisa diatur oleh skrip dan angka. Tapi bagaimana dengan rasa yang telanjur nyata?"
Bagi Aqeela, hidup adalah tentang logika, data, dan keadilan. Sebagai kapten tim debat hukum yang kritis, ia menganggap popularitas Fatah si ketua BEM sekaligus influencer hits kampus dengan sejuta pengikut, hanyalah pencitraan digital yang kosong tanpa substansi. Fatah hidup demi konten, sedangkan Aqeela hidup demi prinsip. Dua semesta yang bertolak belakang ini terpaksa berbenturan saat mereka ditunjuk menjadi Ketua dan Wakil Ketua festival kampus yang terancam gulung tikar.
Namun, sebuah video adu mulut mereka di koridor kampus mendadak viral. Netizen heboh, algoritma bergerak liar, dan tagar #Fatqeel resmi merajai lini masa. Pihak sponsor memberikan syarat mutlak, yaitu dana segar hanya akan cair jika mereka mau memanfaatkan momentum dan tampil mesra di depan publik. Demi menyelamatkan festival, kesepakatan rahasia pun dibuat. Mereka setuju untuk terlibat dalam hubungan rekayasa (fake dating).
Di depan kamera, mereka adalah pasangan impian yang membuat satu Indonesia baper. Di balik layar, mereka tetap musuh bebuyutan yang saling lempar gengsi. Namun, perlahan-lahan, batasan antara akting dan ketulusan mulai mengabur. Fatah mulai melihat kerapuhan di balik ketegasan Aqeela, dan Aqeela menyadari ada hati yang jujur di balik layar ponsel Fatah.
Ketika masa lalu datang menyabotase dan membongkar skrip kepalsuan mereka ke publik, netizen merasa dikhianati dan reputasi keduanya hancur dalam semalam. Di tengah badai digital dan krisis kepercayaan, akankah mereka memilih mundur untuk menyelamatkan personal branding masing-masing, atau justru berani melangkah maju tanpa skrip demi mempertahankan rasa yang telanjur meretas hati?