CAPTIVE OF VALCREST

CAPTIVE OF VALCREST

  • WpView
    Reads 0
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Romance
Historical
Seorang lady yang dibesarkan di jantung ibu kota, dikelilingi kemewahan, pesta, dan segala hal yang indah. Hatinya telah tertambat pada seorang Marquis - pria yang hidupnya tenang, terhormat, dan berada dalam lingkaran yang sama dengannya. Namun kehendak keluarga berbicara lain. Ia dipersatukan dalam pernikahan politik dengan Duke dari Utara, Seorang penguasa yang dingin, keras, dan memerintah di atas tanah beku yang jauh dari cahaya istana. Ibu kota dengan kehangatan dan kemudahannya, Utara dengan kebisuan dan ketegasannya Dua dunia yang bertolak belakang, Antara pilihan hati dan kewajiban darah, Antara yang ia inginkan, dan yang harus ia jalani.
All Rights Reserved
#560
historical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • The Adiputra Family
  • Sin of The Villainess
  • A Family of Villains
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines