Kidung Pemikat Sukma [BL Lokal]

Kidung Pemikat Sukma [BL Lokal]

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2026
WpInfo
Fiction
LGBTQIA+
Gay
Horror
Creatures and Legends
Nareswara hanya ingin menyelesaikan urusan tanah warisan mendiang ibunya di Desa Parangtritis Tua. Namun, melangkah ke desa terisolasi di lereng gunung itu adalah keputusan paling berbahaya dalam hidupnya. ​Gelang benang hitam di tangannya-pemberian sang ibu-ternyata merupakan penanda utang Sumpah Janur dengan penunggu Sendang Keramat. Kehadiran Nares memancing teror mistis yang mengincar nyawanya setiap kali kidung senja dilantunkan. ​Satu-satunya cara agar Nares selamat adalah menyerahkan dirinya pada Ritual Ikat Sukma bersama Jayandaru-putra tunggal tetua adat yang dingin, misterius, dan penuh rahasia. Lewat pertukaran darah dan jalinan benang merah di pergelangan tangan, jiwa Nares kini terikat sepenuhnya pada Ndaru. ​Tak boleh berjarak lebih dari tiga langkah. Di tengah teror gaib yang makin brutal menjelang puncak Bersih Desa, batasan canggung di antara mereka perlahan mengikis, menyisakan rasa saling bergantung yang terlarang.
All Rights Reserved
#15
jiwa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Wismatama
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Sastru Pinanganten
  • Luk Telu Belas
  • tradisi
  • Ritual Rasa
  • ELION
  • REGAN's Crazy Wife
  • ​Adopted? (I Wish) [END]

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines