Vortex Overlord

Vortex Overlord

  • WpView
    Reads 1,469
  • WpVote
    Votes 121
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 6, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Bad Boy
Suspense
Happy Ending
Raka Rayendra Pradipta-atau Rey-adalah ketua Vortex Overlord, geng motor yang menguasai banyak jalanan dan wilayah di kota metropolitan. Namanya dikenal, kekuasaannya luas, dan sosoknya menjadi momok bagi siapa pun yang berani mencari masalah. Lahir dari keluarga konglomerat, Rey memiliki segalanya: uang, kekuasaan, dan pengaruh. Namun semua itu tak membuatnya menjadi pria yang mudah didekati. Ia dingin, cuek, kejam, dan nyaris tak memiliki belas kasihan. Di jalanan, ia dikenal sebagai ketua berdarah dingin yang tak pernah membiarkan siapa pun mengusiknya. Sampai akhirnya ada satu perempuan yang mampu menjadi pengecualian. Gina Calista Frederica. Bagi orang lain, Gina hanyalah seorang gadis biasa. Tapi bagi Rey, Gina adalah dunianya-satu-satunya orang yang ia lindungi dengan cara yang berlebihan. Rey obsesif. Terlalu posesif. Ia tak suka Gina jauh darinya, tak suka ada laki-laki lain mendekat, bahkan tak akan membiarkan siapa pun menyentuh Gina sedikit pun. Karena bagi Rey, Gina bukan sekadar perempuan yang ia cintai. Gina adalah miliknya. Dan siapa pun yang berani menyentuhnya, harus berhadapan dengan ketua Vortex Overlord.
All Rights Reserved
#1
gangster
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • DOMINEX | The Crime Lock
  • Sweetly Tied
  • GARWO KINASIH SANG DALANG (DELETE SEBAGIAN)
  • Mulih (END)
  • Círculo del Destino
  • EINSTEIN [END]
  • The Last Yes!
  • The Mafia's Sinful Obsession

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines