RUBAH TERAKHIR ASTERIA

RUBAH TERAKHIR ASTERIA

  • WpView
    Dibaca 16
  • WpVote
    Vote 8
  • WpPart
    Bab 10
WpMetadataReadDewasaLengkap Sel, Sep 8, 2026
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Kerajaan Ajaib
Fantasi Tinggi
Fantasi Gelap
Di dunia yang dipenuhi sihir dan makhluk-makhluk ajaib, seekor rubah bernama Riko menjalani hidupnya dengan sederhana di Hutan Asteria. Semuanya berubah ketika sebuah kristal misterius jatuh dari langit dan memilihnya. Sejak saat itu, Riko mendapatkan kekuatan api biru yang belum pernah ia pahami. Di saat kegelapan kuno mulai bangkit dan mengancam Kerajaan Asteria, Riko harus menemukan jati dirinya dan mengungkap rahasia di balik kekuatannya. Ia bukan sekadar seekor rubah. Ia adalah harapan terakhir Asteria. 🦊✨
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • My First Life, Rewritten
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Sin of The Villainess
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • A Family of Villains
  • "Transmigrasi Menjadi Kasim? Sistem Memaksaku Melahirkan Sepuluh Pangeran!"

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan