My Side Job

My Side Job

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 16, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Seorang pemuda yang bernama Salsa Sinclair atau yang kerap di panggil Sin, seperti biasa menjalan kan tugas malam berdarahnya. Suatu hari dia mendapat sebuah misi, seperti biasa dia menerimanya. Target sudah di perkirakan berada di sebuah mall terbesar di tokyo. Namun setelah mengeksekusi targetnya, takdir mempertemukannya dengan seseorang. penasaran kelanjutannya? baca yuk ^^ •ini novel pertama aku yang di tulis di sini, jadi mohon di maklumi jika ada typo ataupun kesalahan dalam menulis apalagi kalau nggak nyambung yak. oke, selamat membaca ya~(⁠つ⁠≧⁠▽⁠≦⁠)⁠つ
All Rights Reserved
#122
pengawal
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bukan Babysitter, Bung
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • Stuck Between The Pags
  • Bukan Sembarang Figuran
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • AVISENA
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

More details
WpActionLinkContent Guidelines