Kutukan 50°

Kutukan 50°

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Sep 6, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Ancient Civilizations
Culture and Identity
East Asian
Dahulu kala, di ujung selatan benua, berdiri Kekaisaran Idionepa. Negeri yang kaya akan laut, hutan, dan pulau vulkanik. Namun di bawah pemerintahan Raja Wobutabuto yang korup dan narsis, kemakmuran itu lenyap. Pajak dinaikkan. Hutan dibakar. Tambang nikel meracuni laut. Toserba pemerintah menghancurkan toko-toko kecil. Dapur umum meracuni anak-anak. Dan raja, yang mengaku menjunjung moralitas, menyembunyikan dosa-dosa kelam di balik tirai istana. Rakyat yang murka akhirnya melakukan ritual kuno kepada Dewa Ilalla. Mereka tidak meminta kematian. Mereka hanya meminta keadilan. Dan keadilan itu datang dalam bentuk yang mengerikan. Tubuh sang raja menjadi cermin dosa-dosanya. Leher kaku, bibir miring, kaki bengkak dan kering, kehilangan kesuburan, dan demam 50° yang tak pernah padam. Inilah kisah tentang dosa, azab, dan harapan. Kisah tentang bagaimana seorang pangeran memilih untuk menjadi pembangun, bukan perusak. Dan kisah tentang rakyat yang akhirnya bersuara. "Keadilan bukanlah hukuman. Keadilan adalah ketika kau melihat kakimu sendiri, dan ingat untuk melangkah ke arah yang benar." 📖 One Shot | Fantasi | Legenda | ⚠️ Mengandung tema korupsi, krisis lingkungan, dan kekerasan kekuasaan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sin of The Villainess
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • "Transmigrasi Menjadi Kasim? Sistem Memaksaku Melahirkan Sepuluh Pangeran!"
  • Aveline Beyond Her Fate
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • A Family of Villains
  • My First Life, Rewritten
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother

Sera terbangun sebagai Seralyne Veyrath, villainess yang ditakdirkan mati, dihukum penggal atas perintah tokoh utama laki-laki pada hari pertamanya naik takhta. Sera hanya ingin satu hal: bertahan hidup. Untuk itu, dia mengambil satu keputusan, menjelaskan siapa dia sebenarnya, lalu membebaskan budak di penjara bawah tanah yang selama ini dilecehkan oleh tokoh Seralyne. Rhovant Winterfeld. Budak Seralyne. Tokoh utama laki-laki. Putra Mahkota yang hilang. Orang yang kelak akan mengeksekusinya. Dan yang mengejutkan adalah ... laki-laki itu memiliki wajah yang mirip dengan wajah mantan kekasih Sera di dunia modern. "Mengapa Anda membuang saya?" Dia mencium kaki Seralyne, seolah itu hal paling wajar di dunia. "Bukankah Anda menyukai wajah saya, My Lady?" * @atarazavian

More details
WpActionLinkContent Guidelines