Aku tidak pernah menyangka sebuah buku yang hilang akan membawaku berurusan dengan sang Bintang-Arga Prawira S.
Bintang Sirius SMA Supernova. Siswa dengan segudang prestasi, ambisi yang sulit ditebak, dan tatapan yang selalu berhasil membuat orang bertanya-tanya apa yang sedang ada di kepalanya.
Awalnya, aku hanya ingin mendapatkan kembali buku catatan bersampul biruku yang entah bagaimana terselip di antara buku paket Matematika.
Tapi ternyata, Arga yang menemukannya.
Dan ketika ia mengembalikannya, aku baru tahu satu hal: baginya, mengucapkan terima kasih saja tidak cukup untuk membalas sesuatu yang bagi orang lain sangat berharga.
Jadi, dengan bodohnya, aku menawarkan sebuah kesepakatan.
•••
"Oke, fine. Gue akan ngelakuin apa pun yang lo minta, asalkan nggak aneh-aneh."
"Sampai kapan?"
Aku berpikir sebentar. "Seminggu."
"Nggak sepadan."
Aku mengernyit. "Dua minggu?"
Tatapannya tetap sama.
Ada sesuatu dari cara dia menatapku yang membuatku mulai curiga kalau aku sedang masuk ke dalam kesepakatan yang seharusnya tidak kubuat.
Namun, sebelum aku sempat menarik kembali perkataanku, Arga akhirnya berkata, "Sampai gue berangkat olimpiade."
Todos los derechos reservados