ASTERIAN : The Reason For Being In The World

ASTERIAN : The Reason For Being In The World

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadComplete Sun, Oct 4, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
High Fantasy
Magical Kingdoms
Mythical Creatures
Asterian Arvandor, seorang pangeran kekaisaran yang lahir dari Kaisar Arvandor dan juga seorang selir Arvandor. Sejak kecil Asterian selalu berfikir bahwa mungkin keluarganya tidak menyayanginya karena ia adalah anak dari seorang selir bahkan para bangsawan yang berada di dekat dirinya pun mengatakan hal yang sama, padahal.. yang sebenarnya terjadi adalah dimana sebenarnya keluarganya sangat amat menyayangi dirinya hanya saja Asterian sudah menempatkan Sebuh tembok pembatas di antara mereka.. jadi.. apakah Asterian dan keluarganya bisa meluruskan kesalah fahamana ini? dan bahkan dengan dirinya yang menjadi penerus artefak kuno makhluk naga emas?!
All Rights Reserved
#87
magical
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • Rumah Untuk Sang Tiran (Tahap Revisi)
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Sin of The Villainess
  • EVAELGA: OBSESI BRONDONG
  • A Family of Villains
  • The Duke's Red String (Lengkap - Pre Order)
  • Transmigrasi Menjadi Seorang Figuran (TAMAT)
  • ROSALINE - I will be The Real Antagonist
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines