Aru tidak pernah berniat masuk organisasi multimedia.
Ia bahkan mendaftar di hari terakhir, hanya karena iseng dan merasa mungkin tidak akan lolos. Namun, sebuah keputusan kecil justru membawanya pada dunia yang sama sekali tidak pernah ia bayangkan.
Kamera yang awalnya membuatnya gugup perlahan membawanya mengenal banyak orang, menemukan teman-teman baru, mengalami rasa suka, membuat sebuah film, mengejar kesibukan yang melelahkan, dan mengabadikan banyak momen yang tidak akan terulang.
Di antara suara tawa, tugas sekolah yang tertinggal, senja yang terekam dalam sebuah frame, dan orang-orang yang datang lalu pergi, Aru mulai menyadari bahwa multimedia bukan sekadar organisasi.
Itu adalah sebuah fase.
Fase yang mengajarkannya tentang keberanian, pertemanan, kehilangan, dan bagaimana seseorang bisa berubah tanpa menyadarinya.
Sampai akhirnya tiba hari ketika kamera itu berpindah tangan.
Organisasinya tetap berjalan.
Orang-orang baru datang.
Namun, Aru harus meninggalkan semuanya.
Karena ternyata, tidak semua hal yang kita abadikan ditakdirkan untuk terus kita miliki.
Ini adalah cerita tentang apa yang terjadi di balik sebuah lensa.
Tentang sebuah masa yang pernah begitu ramai, lalu berubah menjadi kenangan.
Tentang Aru, dan dunia yang membawanya tumbuh.
All Rights Reserved