Sebelum Halaman Terakhir

Sebelum Halaman Terakhir

  • WpView
    Membaca 9
  • WpVote
    Vote 5
  • WpPart
    Bab 1
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Sep 7, 2026
WpInfo
Fiksi
Fantasi
Romansa
Budaya dan Identitas
"TUGAS KALIAN ADALAH MENEMUKAN SATU SAMA LAIN." Otak logis Namira menolak keras suara misterius yang entah dari mana asalnya. Namun, sebelum sempat mencari penjelasan, ia justru benar-benar terdampar di dalam sebuah novel-bersama abangnya yang telah lama menghilang. Katanya, tugas mereka hanya satu: saling menemukan. Seharusnya sederhana. Namun dunia novel itu berkata lain. Alurnya tidak berjalan seperti yang Namira bayangkan. Bahkan, semakin ia mencoba memahami cerita yang ada di hadapannya, semakin ia merasa tersesat dalam kisah yang bahkan belum pernah ia baca. Apakah alurnya memang sudah rusak sejak awal? Atau justru kedatangan Namira dan abangnya yang perlahan merusaknya? Jika begitu, bisakah Namira menemukan abangnya sebelum semuanya terlambat? Dan jika mereka berhasil menyelesaikan cerita ini... akankah mereka benar-benar bisa kembali?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#31
ceritafiksi
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • I'm the male lead's wife? [TERBIT!]
  • A Family of Villains
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Rumah Untuk Sang Tiran
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Sin of The Villainess
  • The Adiputra Family

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan