ikatan membara

ikatan membara

  • WpView
    Reads 4,170
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureComplete Sun, Sep 13, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
High Fantasy
Bagi siapa pun yang melihat Julia di koridor kampus, ia adalah definisi dari "gadis impian yang lugu". Dengan kacamata bulat yang bertengger di hidungnya, rambut yang sering diikat kuda dengan rapi, dan tutur kata yang lembut, Julia terlihat seperti mahasiswi teladan yang hanya peduli pada buku dan tugas akhir. Namun, di balik penampilan polos itu, Julia menyimpan rahasia yang membara.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • "Transmigrasi Menjadi Kasim? Sistem Memaksaku Melahirkan Sepuluh Pangeran!"
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • My First Life, Rewritten
  • A Family of Villains
  • Sin of The Villainess
  • Rumah Untuk Sang Tiran

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines