Bayangan Tuan Muda | TeeteePor

Bayangan Tuan Muda | TeeteePor

  • WpView
    Reads 395
  • WpVote
    Votes 101
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 6 hours ago
WpInfo
Fanfic
LGBTQIA+
Gay
Di mata dunia dan sorot kamera media, Por adalah sosok tuan muda yang sempurna elegan, tenang, dan selalu dikelilingi kemewahan. Namun di balik senyum formal dan jas mewahnya, ada sosok Teetee yang berdiri setia tepat satu langkah di belakangnya. Bukan sekadar pengawal pribadi, Teetee adalah bayangan yang mengawasi setiap gerak-gerik Por. Tegas, dingin, dan berkuasa atas keamanan sang tuan muda. Por yang terbiasa hidup tertekan sering kali sengaja bertindak nekat dan memancing bahaya hanya demi melihat topeng dingin Teetee retak dan menaruh perhatian penuh padanya. Di tengah gemerlap pesta high-society dan ancaman bisnis keluarga yang mengintai, batasan antara tugas profesional dan obsesi pribadi perlahan kabur. Bagi Teetee, melindungi Por bukan lagi sekadar pekerjaan, melainkan naluri dominan untuk memastikan bahwa sang tuan muda hanya bertekuk lutut padanya. "Di depan media, dia adalah tuan muda yang harus kulindungi. Tapi di balik pintu tertutup, dialah milikku." "Semua orang tunduk pada keluargaku, tapi cuma di hadapannya aku nggak bisa berkutik."
All Rights Reserved
#316
bl
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PAMENGKU | NOMIN
  • Journey
  • PREGNANT (DewTee)
  • CHANGE ROLES [PROSES EDITING]
  • Given || Ju Jihoon
  • Transmigrasi: Menjadi Istri Yang Dibenci✓[SASUSAKU]
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • I'm Not Just a Figuran
  • Obsession Overdose
  • Tokoh Pendukung Wanita

Sejak peristiwa itu, para sesepuh menetapkan satu pantangan yang tak pernah berani dilanggar. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi puluhan tahun silam. Yang tersisa hanyalah cerita-cerita "konon" yang diwariskan dari mulut ke mulut. Tentang malapetaka yang selalu datang ketika kedua pamengku berdiri di pendapa yang sama. Tak seorang pun berani mempertanyakan kebenarannya. Hingga Manggala Paramayoga mulai bertanya... Apakah pantangan itu benar-benar ada?

More details
WpActionLinkContent Guidelines