Kumpulan Cerita BL

Kumpulan Cerita BL

  • WpView
    Lectures 45
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 3
WpMetadataReadContenu pour adultesTerminé dim., sept. 27, 2026
WpInfo
Fiction
Action & Thriller
Fantasy
LGBTQIA+
cerita ini isinya macam-macam. Setiap bab punya cerita dan suasana yang berbeda, jadi nggak saling berhubungan. Ada yang manis, dan ada juga yang mungkin sedikit bikin nyesek. nama untuk pasangan kita👇🏻 Nathan Rayyan Adinata × Devan Rendra Mahesa❤️ selamat membaca🫶🏻
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Bukan Babysitter, Bung
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • Stuck Between The Pags
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • AVISENA
  • Bukan Sembarang Figuran
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • NEALINE : Blood and Ice Cream

"Aku ingin kau menjaga putraku... dan teman-temannya." Naraska mengernyit. Kata-kata itu terasa janggal di telinganya. Di seberang meja kerja, Rajendra C. Lysander duduk tegak, menatapnya lurus sambil mengetuk-ngetukkan jarinya di permukaan kayu. "Aku tahu ini terdengar aneh," suara Rajendra berat, sarat kelelahan. Di tangannya, selembar kertas bisnis terjepit tanpa benar-benar ia baca. "Tapi aku akan pergi selama tiga bulan untuk perjalanan bisnis. Jadi aku membutuhkan bantuanmu." Naraska menarik napas. "Aku tidak keberatan, Paman. Tapi... mengapa harus aku? Mereka sudah mahasiswa. Bukankah mereka bisa menjaga diri mereka sendiri?" Rajendra terdiam sejenak, lalu menghela napas panjang. Tatapannya beralih ke luar jendela, seolah mencari jawaban pada langit senja di balik kaca. "Putraku dan teman-temannya telah tinggal di rumahku selama 5 bulan," ucapnya pelan. "Mereka tengah bersiap untuk mengikuti pertandingan Battle of the Bosses. Karena mereka meminta cuti, jadwal belajar mereka bersama pengajarnya semakin padat." Naraska menautkan alis. "Kalau begitu, mengapa aku perlu mengawasi mereka? Bukankah guru itu cukup?" Mata Rajendra kembali beralih padanya, kali ini tajam dan penuh arti. "Itulah," katanya singkat. "Yang ku ingin kau awasi"

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu