Batas Titik Temu

Batas Titik Temu

  • WpView
    Reads 52
  • WpVote
    Votes 36
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Sep 11, 2026
WpInfo
Fanfic
aespa
Tagsfanfic
Di antara bisingnya meja kayu anak-anak Ilmu Komunikasi, Nares memilih menikmati senyum Aleena dari kejauhan. Menyuap rasa dalam diam adalah bentuk penghormatan terbaiknya pada Aleena yang saat itu masih dimiliki orang lain. Bagi Nares, ada batas tegas yang tak boleh dilanggar, meski matanya tak sanggup berpaling. Namun, berakhirnya hubungan Aleena bersama masa lalunya membuka ruang yang tak pernah direncanakan. Tugas kelompok dan jam-jam sepi di sudut kafe perlahan melarutkan jarak. Nares yang membutuhkan kepastian (anxious attachment) hadir menawarkan kehangatan yang utuh. Di sisi lain, Aleena yang membawa benteng pertahanan baru dari trauma masa lalu (avoidant attachment) menikmati kenyamanan tersebut sembari bersiap melangkah mundur kapan saja. "Batas Titik Temu" adalah sebuah narasi tentang benturan dua karakter yang saling melengkapi namun tak siap menyatu-tentang tarian emosi yang merumit, keberanian untuk melepaskan tanpa dendam, hingga proses pendewasaan yang menyembuhkan. ───── ✦ ───── Dara
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Obsession Overdose
  • Your Daddy My Husband
  • Given || Ju Jihoon
  • PAMENGKU | NOMIN
  • A House Between Us
  • Tokoh Pendukung Wanita
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • Rewriting The Villain (END)

Satu kampus tahu kalau Kenan Abyasa adalah benteng kokoh Fakultas Teknik yang tidak tersentuh. Dia tampan, perfeksionis, bermulut ketus, dan punya aturan mutlak yang tidak boleh dilanggar siapa pun: jangan pernah menyentuh fisiknya secara sembarangan. Tapi, aturan itu seolah tidak berlaku bagi Seva Ananta. Sebagai mahasiswa FEB yang modis, wangi, dan dipenuhi pesona centil yang menggemaskan, Seva sengaja menjadikan Kantin Pusat sebagai medan perang hariannya. Mulai dari sengaja mengantarkan minuman manis, memanggil dirinya sendiri dengan sebutan nama, hingga gestur natural menyelipkan poni ke belakang telinga demi memancing perhatian sang pujaan hati. Semua orang mengira Seva akan segera didepak oleh sifat dingin Kenan. Namun di balik layar, saat tidak ada pasang mata yang melihat, justru cowok kaku itulah yang selalu memegang kendali; dengan sengaja menarik kerah kemeja Seva agar mendekat, atau menahan pinggang si gembul itu sedikit lebih lama agar tidak berpaling ke orang lain. Karena bagi Kenan, aturan Touch-Me-Not miliknya punya satu pengecualian besar, dan nama pengecualian itu adalah Seva.

More details
WpActionLinkContent Guidelines