Hyan Murni: Bangkit Kembali

Hyan Murni: Bangkit Kembali

  • WpView
    Reads 85
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Isekai and Reincarnation
High Fantasy
Mythical Creatures
Mati mendadak di hari pertama kerja, Raza malah terkirim ke dunia lain berkat ritual kuno. Sialnya, ia bukan jadi pahlawan gagah, tapi malah terjebak di tubuh Hyan Murni. Seorang Dewi Agung nan cantik jelita. ​Di tengah rasa risih dan pusing setengah mati menyesuaikan diri dengan "aset" barunya, Raza harus berjuang demi menyelamatkan desa yang sekarat akibat kemarau dan penindasan kaum penguasa. ​Bisakah seorang pemuda lulusan SMK bertubuh dewi ini mampu menggunakan kekuatan barunya demi mereka? atau justru masalahnya yang malah makin bertambah?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ibu Tiri Menolak Mati di Kehidupan ke-7
  • The Mad Marchioness of Obsidia
  • My First Life, Rewritten
  • AS : The Side Character's Rebirth
  • Transmigrasi: The Villain's Stepmother
  • A Family of Villains
  • "Transmigrasi Menjadi Kasim? Sistem Memaksaku Melahirkan Sepuluh Pangeran!"
  • Aveline Beyond Her Fate
  • Sin of The Villainess
  • Rumah Untuk Sang Tiran

Enam kali mati dibunuh tepat di usia 22 tahun. Di kehidupan ketujuh, Ravenna menolak menjadi mangsa. Sebagai seorang mantan pendidik, Ravenna tahu cara terbaik menghukum orang bodoh bukanlah dengan air mata, melainkan dengan merampas apa yang paling mereka hargai. Maka, ia membatalkan pertunangannya dengan Putra Mahkota secara elegan, mengosongkan brankas ayahnya, dan menyerahkan diri kepada pria paling berbahaya di benua itu-Grand Duke Alaric von Blackwood, sang Monster Utara. Tawarannya sangat sederhana: "Jadikan aku istri kontrak selama lima tahun. Aku akan mendidik dua anakmu dan menjadi perisai politik dari hukum Istana. Setelah anak-anakmu aman, ceraikan aku dengan pesangon emas." Bagi Ravenna, ini hanyalah transaksi bisnis. Ia hanya ingin selamat dari maut dan pensiun dengan tenang. Namun, logika dan rencananya gagal meramalkan satu hal... Dua anak tiri yang konon 'monster' itu kini menangis memeluk kakinya, enggan dilepaskan. Sementara sang Grand Duke yang terkenal berhati beku? Pria itu menatap Ravenna dengan sorot posesif yang menggelapkan akal sehat. "Kau yang memulai permainan ini, Istriku. Jangan harap aku akan melepaskan apa yang sudah menjadi milikku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines