R.A.G.E. VIRUS

R.A.G.E. VIRUS

  • WpView
    Dibaca 1,422
  • WpVote
    Vote 240
  • WpPart
    Bab 17
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir sekitar 17 jam yang lalu
WpInfo
Fiksi Penggemar
Aksi dan Thriller
Bertahan Hidup
Perang dan Militer
Labolatorium rahasia Aegis Corp tidak hancur oleh ledakan bom atau serangan teroris, melainkan oleh secangkir kopi. Seorang peneliti junior yang mengantuk secara tidak sengaja menyenggol cangkirnya, menyiram konsol utama, dan memicu system purge otomatis. Pintu tekanan udara terbuka, menguapkan Virus R.A.G.E. (Rapid Aggressive Genetic Infection) patogen perekayasa genetik yang mampu merusak otak dan memicu agresi ekstrem dalam hitungan detik ke saluran ventilasi utama. Dalam waktu kurang dari dua belas jam, angin membawa spora virus tersebut melintasi sistem drainase kota, menginfeksi tikus, unggas, hingga akhirnya merebak di kerumunan pasar pagi. Kota berubah menjadi neraka tanpa sempat ada peringatan resmi.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#2
jkt48
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • AGAM [terbit]
  • MY PERFECT SUAMI
  • ANTARES
  • PACARNYA BOO (Sudah Terbit)
  • Possessive Badboy [END]
  • [βœ”] 1. DEAR J
  • Yes! Mr. Husband | TERBITβœ“
  • AURELLIA; Antagonist Girl [END]

Mari follow terlebih dahulu πŸ’‹ *** Leyla termangu sesaat. Sebuah pistol di todongkan tepat di keningnya. "Masih mau bermain-main, hm?" Yang di tanya pun menggeleng cepat. "Berikan senjata itu!" Perintah Agam. Dengan patuh Leyla mengeluarkan pistol tersebut dari dalam tas. Ia tidak langsung memberikan senjata itu pada pria menyeramkan ini. Entah keberanian dari mana, Leyla malah balik menodongkan pistol itu ke arah Agam. Dorr Satu peluru lolos mengenai dada Agam. Bukannya kesakitan, ia malah terkekeh membuat Leyla kebingungan. "Gadis bodoh!" Dengan gerakan cepat diambilnya senjata itu dari tangan gadis tersebut. "Masih mau bermain-main ternyata," ucap Agam menampilkan senyum smirk nya. Leyla sendiri sudah tak sadarkan diri akibat aksi bodohnya barusan.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan