"Awww" Rahmi kaget melihat penisku. "Kakak, itunya kakak besar, dan berurat". Kata Rahmi. "Hehe, kenapa dek, kamu suka gak?" Rahmi tidak menjawab karena malu. Aku lalu mendekati Rahmi, "dek, coba deh adek pegang". Rahmi awalnya sedikit menolak, namun aku bujuk dia. Perlahan tangannya yang halus menggenggam penisku. "Aaah.. dek", tanpa sadar aku melenguh, tubuhku bagai disetrum oleh kenikmatan. "Ihh.. burung kakak keras banget", Rahmi mulai berani berkomentar.. "Enak deh, coba kamu kocok penis kakak" pintaku. "Emang enak ya kak diginiin" kata Rahmi sambil mengocok burungku.
"Owwwhhhh.. dek... enak.." Aku merem melek keenakan.. Sambil dikocok aku pegang payudaranya yang mulus, Rahmi terlihat senang melihatku keenakan, mungkin dia bahagia karena sebagai istri bisa membahagiakan suaminya. "Dek, coba masukin penis kakak ke mulut kamu" pintaku. "lihh.. kakak, jorok itu, aku gak mau" Kata Rahmi.. Ah sudahlah, ini kali pertama, aku tidak ingin membuat Rahmi bete, aku tak memaksanya melakukan oral.
Lalu aku meminta Rahmi menghentikan kocokan pada penisku, aku suruh dia berdiri. Lalu aku mulai menurunkan celana panjang dia perlahan-lahan. Wow, pahanya putih mulus, dan yang paling penting belum pernah dijamah laki-laki lain. Aku lah yang pertama kali menjamahnya, iseng aku sentuh vaginanya dari balik celana dalam, dia kaget. "Ih, kakak pegang2, jorok!" Kata Rahmi. Benar-benar polos anak ini, aku tidak sabar memerawaninya....
baca selengkapnya disini : https://lemburhasrat.com/malam-pertamaku-dengan-dek-rahmi-artis-sinetron-yang-cantik/
All Rights Reserved