Stasiun Terakhir Neva

Stasiun Terakhir Neva

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 13, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Bagi Neva, stasiun itu bukan tempat pemberhentian, melainkan batas tipis antara masa lalu yang ingin ia lupakan dan masa depan yang tak pasti. Setiap malam ia berdiri di peron yang sama, menatap rel yang sunyi dan menunggu satu hal yang tak pernah datang. Ketika malam semakin larut dan peluit keberangkatan mulai menggema, sebuah tanya besar terus menghantui benaknya : " Jika kereta terakhir tidak membawaku kembali, apa yang akan kulakukan untuk terus hidup?"
All Rights Reserved
#655
psikologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AVISENA
  • Stuck Between The Pags
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Bukan Babysitter, Bung
  • Bukan Sembarang Figuran
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines