The Rabbit | JossXGawin

The Rabbit | JossXGawin

  • WpView
    Lecturas 408
  • WpVote
    Votos 73
  • WpPart
    Partes 15
WpMetadataReadContenido adultoContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, sep 21, 2026
WpInfo
Fanfic
Di malam yang seharusnya menjadi hari paling bahagia untuk Gawin, malah harus menjadi sebuah insiden mencekam saat teror pembunuh berbalut kostum kelinci mulai meneror keluarganya. Di tengah kehilangan, seorang pria datang dan perlahan menjadi satu-satunya orang yang Gawin percaya. Namun, ketika rahasia masa lalu mulai terungkap, Gawin menyadari satu hal; mungkin orang yang selama ini melindunginya adalah orang yang sejak awal mengincarnya. LGBT | MATURE | OBSESSED| PSYCHOLOGY | DARK
Todos los derechos reservados
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Case [JossGawin]
  • Married to My Own Boss
  • Hidden Mafia: My Arranged Husband (JossGawin)
  • Joss's Expensive Problem (JossGawin) END
  • THE HIDDEN LEASH (ABO) [JossGawin]
  • Yours, After Everything (JossGawin)
  • Mahkota Hati
  • MARRIED WITH MY EX'S DAD
  • Not Me | 𝐉𝐨𝐬𝐬𝐗𝐆𝐚𝐰𝐢𝐧
  • Under the Bangkok Sky || JossGawin
  • [END] SECOND ✔️
  • [END] Married My Brother's Fiance
  • THE SWORD (ABO) [JossGawin]
  • Loving You After Loss (JossGawin)
  • Destin  (Jossgawin ABO)
  • The Blood Moon's Legacy || Jossgawin
  • SWEET HOME ; jossgawin
  • ALWAYS YOU [END]
  • THE PRICE of Crown || JOSSGAWIN
  • My Favorite Nuisance (JossGawin)

[Jangan jadi pembaca gelap] "Lo pernah tidur sama rekan kerja lo nggak, Win?" tanya Joss tiba-tiba. Pertanyaan mesum itu meluncur santai begitu saja dari mulutnya. Gawin melebarkan matanya kaget karena pertanyaan itu sangat di luar konteks. Wajah mereka cuma berjarak beberapa sentimeter. "Lo sakit jiwa ya? Ngapain nanya hal gituan di situasi begini?" "Biar obrolan kita kedengaran natural di telinga mereka, bodoh." Joss tertawa pelan. Hembusan napas hangatnya menerpa pipi Gawin secara langsung. "Nggak pernah. Gue profesional," jawab Gawin ketus dan dingin. Dia memalingkan wajahnya ke samping karena mulai merasa salah tingkah. Joss malah mengangkat tangannya dan mengusap rahang Gawin pelan dengan ibu jari. "Sayang banget. Padahal kadang berhubungan badan itu bisa nurunin stres habis kerja keras seharian." "Gue nggak butuh cara murahan kayak gitu buat buang stres," sinis Gawin. Dia mencoba melepaskan pelukan Joss lagi, tapi tubuh pria itu terlalu kuat. "Jangan banyak gerak dulu. Lampu merah di kamera itu masih nyala terang." Joss kembali mengeratkan pelukannya di pinggang Gawin. Mereka berdua terdiam selama beberapa menit tanpa obrolan lanjutan. Posisi mereka benar-benar intim dan panas. Siapa pun yang melihat dari layar monitor pasti mengira mereka sedang asik bercumbu di sudut kamar.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido