Sujud Pertama Di Tanah Basah

Sujud Pertama Di Tanah Basah

  • WpView
    Reads 6
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Sep 14, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Religion and Spirituality
Growth and Self-Discovery
Grief and Bereavement
Sejak remaja, Mia sudah terjun ke dunia malam dan melihat bagaimana ibunya bertahan hidup. Mia tidak tahu siapa ayahnya dan kenapa mereka berakhir di sana. Satu hal yang ia yakini; ialah tak ada jalan keluar. Bagi Mia, pintu taubat sudah terkunci rapat sejak lama, sebab Tuhan tak sudi melihat pendosa seperti dirinya. Maka, ketika seorang pria asing datang dan membayarnya keluar dari cengkeraman malam, lalu mengajaknya menikah, Mia tertawa dan menganggap itu lelucon. Namun, saat pria itu menunjukkan keseriusannya, Mia langsung terdiam membeku. Dipaksa bertukar dari ibu kota ke rumah di pedesaan, Mia harus berhadapan dengan sajadah, bimbingan agama, dan kesabaran suaminya yang tak masuk akal. Bisakah jiwa yang koyak menemukan Tuhannya di tempat yang paling tak ia duga? copyright by sunskiereid © 14 September 2026
All Rights Reserved
#13
hijrah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lysander Lowell De Villiers
  • Ritual Rasa
  • (BL) The Emperor's Favorite Consort Changed Souls《暴君宠妃竟然换了芯子》END
  • ELION
  • Wismatama
  • Sastru Pinanganten
  • Setelah Mama Menikah [END]
  • ​Adopted? (I Wish) [END]
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Transmigrasi  Ren

Lysander Lowell De Villiers, anak bungsu dari empat bersaudara, lahir pada usia kandungan sang bunda yang baru menginjak 28 minggu. Ia datang ke dunia lebih cepat dari seharusnya-rapuh, kecil, dan nyaris tak terdengar suaranya. Sebuah kelahiran prematur, seolah hidupnya sejak awal sudah dimulai dengan perjuangan. Sejak pertama kali membuka mata di dunia, Lysander tidak pernah benar-benar tinggal di tempat yang bisa ia sebut rumah. Ia dibawa oleh kakek dan neneknya, dibesarkan dalam kehangatan sederhana, namun tanpa kehadiran seorang ibu. Sang bunda telah pergi untuk selamanya-tepat di hari yang seharusnya menjadi awal dari segalanya. Ia pun tumbuh jauh dari sosok yang seharusnya ia panggil "Papa"-seseorang yang bahkan tak pernah benar-benar ia kenal. Kini, di usianya yang ke-13, hidupnya mulai berubah ketika pria itu datang... dan membawanya pergi ke kehidupan yang asing, bersama saudara-saudara yang hanya terikat darah, bukan kenangan. -gambar by pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines