Teman yang Tidak Kutandai
Ada orang-orang yang datang ke hidup kita tanpa pernah berjanji untuk tinggal.
Nandi adalah salah satunya.
Dill mengenalnya dari bangku kedua di belakang, dekat jendela kelas 9C. Awalnya mereka hanya dua orang yang kebetulan duduk bersebelahan. Tidak ada pertemanan yang istimewa, tidak ada janji untuk selalu bersama.
Hanya obrolan kecil, tugas sekolah, permen mint, dan kebiasaan-kebiasaan sederhana yang perlahan menjadi bagian dari hari mereka.
Sampai suatu pagi, kursi di sebelah Dill kosong.
Nandi pergi tanpa sempat mengucapkan selamat tinggal.
Tiga tahun berlalu sebelum mereka bertemu lagi.
Kali ini, mereka punya kesempatan untuk memulai kembali. Namun, waktu telah mengubah banyak hal. Mereka punya kesibukan masing-masing, lingkungan baru, dan kehidupan yang tidak lagi berputar di sekitar kelas 9C.
Lalu, ketika jarak kembali hadir di antara mereka, Dill dan Nandi harus memilih:
Membiarkan persahabatan itu menjadi sekadar kenangan, atau mencoba mempertahankannya meski mereka tidak lagi berada di tempat yang sama.
Karena mungkin, tidak semua orang yang pergi benar-benar hilang.
Dan mungkin, ada beberapa teman yang baru kita sadari artinya setelah mereka tidak lagi duduk di sebelah kita.
All Rights Reserved