Antara aku,dia dan kamu

Antara aku,dia dan kamu

  • WpView
    Reads 5,568
  • WpVote
    Votes 74
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 23, 2015
Avieka Zahra Wilson,wanita cantik ini tinggal sendiri di Solo Jawa Tengah.Hidupnya sederhana,walaupun anak orang berada namun Vie tak mau menerima pemberian dari kedua orangtuanya. Wanita yang biasa di panggil Vie ini memiliki kekasih bernama Ibrahim Malik Hugos.Laki laki berdarah Australia dan Surabaya. Mereka sudah lama berpacaran namun kedua orangtua Malik tidak merestui karena menganggap Vie wanita miskin dan tidak pantas bersanding bersama Malik. Bagaimana kisah Malik dan Vie selanjutnya?setelah Tyo berusaha mendekati Vie? _ANTARA AKU,DIA dan KAMU_ by: SatuApril
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • IS IT LOVE?  [On Going]
  • Friendzone
  • Love Story With My Friend
  • THE PRECIOUS MEMORY
  • reminisce before I go
  • CARBIL
  • Story Of My Life ✔
  • MY HAPPINESS
  • Cinta Dua Negara

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines