R.Z: Sang Pemburu Zirah

R.Z: Sang Pemburu Zirah

  • WpView
    Reads 68
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 3, 2026
WpInfo
Fiction
Historical
Middle Ages
Royalty
War and Military
Historical-Romantasy-Thriller [War between Two Kingdoms] Seorang pahlawan setia. Selendang merah sentiasa menutupi separuh wajahnya. Insan yang punya hubungan istimewa dengan Raja. Namun, dia bukanlah dari golongan bangsawan, yang seringkali diberi hak dan keistimewaan oleh kerajaan. Siapa... Siapa dia? "Ayahanda, siapa jejaka yang bertemu dengan ayahanda tadi?" - PRINCESS AURELIA ASTRAEA King Garrick berdiam beberapa tika mendengar soalan yang diutarakan oleh puterinya. Bibir mengukir senyum. "Dia umpama bayang ayahanda." - KING GARRICK Dalam si bayang menjalankan misi yang diarahkan raja demi mencari jawapan suatu misteri, heterogen jenis makhluk yang dihadapinya. Bermacam-macam peristiwa aneh dan ajaib berlaku ke atas dirinya. "AJAL KE ATAS KAU, RONAN ZEPHYR!" Musuh yang ditempuhi bukanlah dari kalangan yang biasa, yang bertempur dengan pahlawan dan tentera manusia. Tetapi musuh ini... punyai makhluk-makhluk mistik serta ilmu hitam sebagai tulang belakang mereka. Bisakah Ronan Zephyr menewaskan Kingdom Vrauth, kerajaan yang telah lama menjadi musuh ketat bagi Kingdom Solaria? Dia, Sang Pemburu Zirah. Pahlawan setia Kingdom Solaria. ✧˖*°࿐ START: 24/9/2026 END:
All Rights Reserved
#1
adventure
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAIF AL-ASWAD [C]
  • Bahtera Merdeka II: Senyuman Dendam
  • Pinjaman Tuhan
  • CINTA SEPUTIH SALJU (C)
  • R.Z: Sang Pemburu Zirah
  • THE WILD MAN OF THE LOST ISLE
  • The Dancing Maiden
  • Dreaming Back To Malacca Dynasty: Royal Cuisine
  • LAKSAMANA : Perang Gajah Putih
  • TERAKHIR UNTUK ELANA [OG]

﷽ - SYUHADAH 11th BOOK Di tanah Al-Aswad, di mana angin padang pasir berbisik tentang sejarah dan lautan berkilau dengan kekayaan alam, pernah berdiri seorang pahlawan agung, Muhammad Saif Furqan. Seorang panglima yang bukan sekadar mahir menghunus pedang, tetapi juga tajam akalnya dalam merancang strategi. Dalam medan perang, dia menari bersama bayang-bayang musuh. Pedangnya membelah keangkuhan orang tamak yang ingin merobek kekayaan tanah airnya. Namun, sebagaimana mentari tetap tenggelam di ufuk senja, begitu juga nasibnya. Satu kesalahan atau mungkin satu pengkhianatan, telah meragut segala-galanya. Daripada seorang wira, namanya kini menjadi cela dalam sejarah negara. Hukuman dijatuhkan tanpa bicara yang adil. Dia dicampak jauh dari tanah yang pernah dipertahankannya dahulu. Dengan kehormatan yang tercalar, dia merantau ke Bait al-Hilal. Kini, dia hanyalah seorang nelayan yang berperang dengan lautan dan seorang peniaga ikan di Bazar Jelata yang hidup tanpa darjat dan tanpa bayang-bayang masa lalu. Tangannya yang dahulu menggenggam pedang kini hanya mengikat jala. Fikirannya yang dahulu menyusun strategi perang kini sekadar menimbang harga tangkapan hariannya. Akan tetapi, takdir masih belum selesai mengukir kisahnya pada warkah kehidupan. Dalam keasingan, dia bertemu seorang wanita yang mengetuk pintu hatinya yang sudah tertutup. Rasa cintanya mulai mekar bak mawar di taman. "Saya sanggup terima segalanya tentang awak." "Masa silam saya tak seindah yang awak sangka, sayang." Tetapi sejarah tidak pernah benar-benar terpadam. Api dalam jiwanya hanya menanti angin untuk kembali membakar. Dan akhirnya, angin itu datang dari istana yang pernah menghukumnya. "Tiada lagi yang layak selain anakanda." Cuma, yang hebat takkan selamanya di atas pentas kemenangan. Dan musuh, takkan selamanya jatuh dalam arus kekalahan. "Kau akan mati di tangan aku, Saif!" "Nyawa itu milik Tuhan." Terimalah, SAIF AL-ASWAD. Start: 13 MAC 2025 End: 27 APRIL 2025

More details
WpActionLinkContent Guidelines