CINTA DI TELAGA MUARA
Aisha hanya ingin menjalani hidupnya dengan tenang.
Sebagai seorang Muslimah, ia percaya bahwa menjaga prinsip jauh lebih berharga daripada mengejar sesuatu dengan cara yang salah. Namun hidup tidak pernah berjalan sesederhana yang ia harapkan.
Setelah kehilangan ayahnya, Aisha harus menghadapi fitnah di tempat kerja yang menghancurkan nama baik dan pekerjaannya. Rumah yang menjadi tempat terakhir kenangan keluarganya pun akhirnya harus mereka tinggalkan karena utang.
Bersama Bu Mai, ibunya, Aisha memulai hidup dari nol.
Di tengah keterpurukan itu, Rama, sahabat masa kecilnya, kembali hadir. Perasaan yang selama ini disimpan perlahan tumbuh, tetapi Aisha tidak ingin cinta menjadi alasan untuk melanggar prinsip yang selama ini ia pegang.
Namun ada seseorang yang juga menginginkan Rama.
Mayang.
Di hadapan orang lain, Mayang terlihat baik, peduli, bahkan selalu menjadi orang pertama yang membela Aisha ketika ia disudutkan.
Tapi tidak semua kebaikan datang tanpa maksud.
Ketika cinta berubah menjadi obsesi, perhatian berubah menjadi manipulasi, dan fitnah kembali menghampiri Aisha, ia harus menghadapi ujian yang jauh lebih besar daripada kehilangan pekerjaan dan rumah.
Sebab terkadang, ujian terbesar bukan tentang apa yang hilang dari hidup kita...
Namun tentang apakah kita masih mampu mempertahankan iman ketika semuanya terasa tidak adil.
Cinta di Telaga Muara
Tentang cinta, kehilangan, fitnah, dan seorang Muslimah yang belajar bahwa tidak semua yang hilang berarti Allah sedang meninggalkannya.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang