Bima dan Sena sudah bersahabat sejak kecil. Tak pernah terlintas di benak mereka bahwa satu keputusan impulsif di usia dua puluh tahun akan mengubah seluruh hidup mereka. Ketika Sena dinyatakan hamil, seluruh Desa Tanjung Wetan seolah menuntut mereka menikah. Bukan karena cinta, melainkan demi tanggung jawab. Namun, di antara pagi yang harum oleh embun, hamparan sawah yang tak pernah berubah, dan rumah kecil yang perlahan dipenuhi tawa, mereka mulai menyadari bahwa cinta ternyata tidak selalu datang lebih dulu. Kadang, rumah dibangun sebelum hati benar-benar memilih untuk pulang.
More details