between us

between us

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Sep 20, 2026
WpInfo
Fiction
Science Fiction
Social Themes
Romance
Mereka bilang, rasa suka bisa tumbuh dari mana saja. Berlin tidak pernah menyangka kalau cowok paling menyebalkan di sekolah justru akan menjadi seseorang yang paling sering muncul dalam hari-harinya. Namanya Keanu Santiago. Cowok yang hobinya mengambil barang Berlin, mengganggunya saat sedang serius, melempar candaan menyebalkan, dan selalu punya cara untuk membuat Berlin kehilangan kesabaran. Awalnya Berlin yakin mereka memang tidak akan pernah akur. Tapi semakin sering mereka bertemu, semakin banyak hal yang berubah. Dari pertengkaran kecil, candaan yang tidak penting, sampai perhatian-perhatian sederhana yang mulai terasa berbeda. Masalahnya, bagaimana kalau orang yang paling ingin Berlin hindari justru perlahan menjadi orang yang paling ingin ia temui? Dan bagaimana kalau di balik semua keusilan Keanu, ternyata ada alasan yang selama ini tidak pernah Berlin tahu? Saran dan Kritik saya terima, cerita ini hasil ke gabutan doang plis 💜
All Rights Reserved
#78
school
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • 𝔈𝔱𝔥𝔬𝔩𝔬𝔤𝔶 𝔬𝔣 𝔇𝔦𝔰𝔰𝔬𝔠𝔦𝔞���𝔱𝔦𝔬𝔫 || Jayhoon
  • Sorry Mr. Husband (END)
  • I Am In Novel?!!
  • Male lead Antagonist
  • The Butterfly's Mask: ( Jaeyong ) - END
  • TC: Teratai Putih Kembali Populer [END]
  • Murid Sialan

Sunghoon, seorang psikiater muda berbakat, mendapat tugas khusus dari dokter senior yang juga menjadi mentornya: menangani seorang pasien dengan Dissociative Identity Disorder (DID). Kasus ini bukan kasus biasa, pasien bernama Jay tersebut memiliki tujuh kepribadian berbeda, masing-masing dengan sifat, emosi, dan cara berpikir yang saling bertolak belakang. Awalnya, Sunghoon menganggap ini sebagai tantangan profesional semata. Namun, seiring sesi terapi berjalan, satu per satu kepribadian Jay mulai muncul, membuka lapisan demi lapisan trauma masa lalu yang selama ini terkubur. Setiap kepribadian membawa potongan cerita yang berbeda. Ada yang protektif, ada yang agresif, ada pula yang rapuh seperti anak kecil. Tanpa disadari, Sunghoon mulai terjerat lebih dalam. Ia menemukan bahwa trauma Jay memiliki keterkaitan dengan masa lalunya sendiri-sebuah benang merah yang seharusnya mustahil ada antara dokter dan pasien. Hubungan profesional perlahan berubah menjadi konflik batin yang rumit, mempertanyakan batas antara empati, tanggung jawab, dan rasa bersalah. Ketika kebenaran akhirnya terungkap, sebuah plot twist besar mengguncang segalanya: hubungan antara Sunghoon dan Jay jauh lebih dekat daripada yang mereka bayangkan. Masa lalu yang terputus kini menuntut jawaban, dan proses penyembuhan tidak lagi hanya tentang Jay, tetapi juga tentang Sunghoon sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines