Siapa bilang Omega harus selalu kelihatan mungil, imut, dan butuh dilindungi?
Kenalin, gue Harsa. Omega kelas 11 yang fisik serta mukanya jauh dari kata "serba lembut". Badan kekar berotot, muka ganteng tajam. Banyak orang yang baru pertama kali ketemu langsung ngira gue Alpha dominant, sampai akhirnya mereka tahu status sekunder gue yang sebenarnya. Tapi jujur, muka sangar dan otot gede ini gak ada gunanya sama sekali pas gue jatuh cinta setengah mati sama anak pindahan baru.
Namanya Archard. Seorang Enigma yang serba "lebih" dari gue: lebih tinggi, lebih kekar, dan mukanya dingin tajam sampai bikin aura koridor sekolah serasa beku tiap dia lewat.
Gue udah nyoba segala cara buat meluluhkan hati dingin seorang Archard Devano. Mulai dari perhatian-perhatian kecil, pura-pura sering lewat depan kelasnya, sampai terang-terangan nunjukin rasa suka gue di depan umum. Hasilnya? Nihil. Archard cuma natap gue dingin, seolah keberadaan Harsa Varick itu gak lebih dari sekadar angin lalu yang numpang lewat.
Gue capek. Perjuangan gue rasanya sia-sia banget. Sampai di titik gue bener-bener pengin berhenti dan nanya ke diri sendiri: Apakah gue emang harus menyerah aja?
Tapi tepat saat gue lagi di titik terendah-dipojokin dan dibully habis-habisan sama temen-temen sekolah cuma gara-gara status gue sebagai Omega tanpa Alpha yang dianggap "aneh"-Archard, sosok Enigma yang selama ini gak pernah peduli, tiba-tiba berdiri tepat di depan gue.
"Di mata dunia, Harsa cuma Omega yang salah cetak. Di mata Archard, dia cuma angin lalu... Sampai hari itu tiba."
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang